Jumat, 11 Maret 2022 11:24 WIB
108
|-
SMA Negeri 1 Bangko peringati isra mi'raj Muhammad shallahu'alaiwasalam 1443 H jatuh bertepatan hari Jum’at (11/3/2022 Momen ini selain berguna untuk menambah keimanan juga sebagai ajang silaturahmi
Ceramah pagi cerah itu yg disampaikan oleh al ustad yusuf berjalan dengan hikmat ny ceramah bertema mencetak generasi unggul dan bertaqwa serta menyejukan hati yang dapat kita ambil pelajar kemudian ustat menceritakan kisah isra mi'raj Nabi muhammad shallahualaiwasalam
Kisah nabi muhammad shallahualiwasalam dalam isra mi’raja "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Ibrahim ketika itu bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Ia menjawab, “Muhammad.” Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.”
Kisah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya. Dari sahabat Anas bin Malik ra. Rasullah SAW bersabda:
Didatangkan kepadaku buraaq, yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka saya pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis.Lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan salat dua rakat lalu keluar kmudian datang kepadaku Jibril dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu Aku memilih bejana yang berisi air susu. ibril kemudian berkata, “Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah."
Langit pertama
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu? ”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Baca juga: Bacaan Dzikir yang Bisa Diamalkan di Malam Isra Miraj yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW
Langit kedua
Kemudian kami naik ke langit kedua.
Lalu Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya),“Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria.
Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Langit ketiga
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu. Maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?” Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga).
Saya bertemu dengan Yusuf yang telah diberi separuh dari ketampanan (wajah).
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Langit keempat
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya),“Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad”.
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Langit kelima
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Langit keenam
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Langit ketujuh
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu.
Maka dikatakan (kepadanya), “Siapa engkau?”
Dia menjawab, “Jibril.”
Dikatakan lagi, “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad.”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus.”
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim.
Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur.
Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur 70 ribu malaikat yang tidak kembali lagi.
Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha.
Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar.
Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, dia pun berubah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya.
Perintah dari Allah
Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan.
Allah mewajibkan kepadaku 50 sholat sehari semalam.
Kemudian saya turun menemui Musa.
Lalu dia bertanya, “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”
Saya menjawab, “50 sholat”.
Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan. Karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil.”
Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata, “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku.”
Maka dikurangi dariku 5 salat.
Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata, “Allah mengurangi untukku 5 shalat.”
Dia berkata “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.”
Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku dan Musa.
Sampai pada akhirnya Allah berfirman:
“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 sholat sehari semalam. Setiap sholat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 sholat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikit pun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan.”
Kemudian saya turun sampai bertemu Musa.
Saya ceritakan hal ini kepadanya.
Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.”
Maka saya pun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)